This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 14 Mei 2024

KONFIGURASI VLAN

Langkah langkah konfigurasi VLAN
Mia Agustin 




1. Pasangkan kabel ISP Ke router, dan pasang kabel komputer nya ke ether 5 pada router.



2. 
3.system,klik reset configurtcion centang alo reset configurtcion
4.klik remove configurtcion,menunggu,masuk kembali 

5.klik Dhcp client,klik tanda + pilih ether 1,aplay ok

6.klik Dnss centang,applay ok

7.klik firewall,general out interface (ether 1),action

8.interface (+) klik VLAN ketik ruang 1 vlan id pilih ruang lebih dari satu 1,2/3
9.membuat ip sesuai apa yang kita inginkan semisal 192,168 dst
10.Dhcp server,klik dhcp stupp ruang 1 dan ruang 2 lalu,next

11.konfigurasi, switch pilih bridge (+) lalu bridge vlan applay ok, interface ether 1
Lalu bagian port (+) ketik ether applay ok

12.Switch, klik ether 1 

13.klik ether 1 vlan mode di ganti secure, vlan4 mider,add af vissing,vlan idnya di ganti 1

14.Double klik ether 2 vlann ganti secure,vlan mider,always strip kemudian vlan id nya 100 dari ether 2 terus dilakukan secara berulang sampai ether 4

15.vlan pilih (+) vlan 10 -100 itu wajib, port ether 1,2,4 apply okee vlan 200 ether 1 dan 3


Senin, 13 Mei 2024

SABANA TERINDAH DI GUNUNG LAWU

Pada suatu pagi yang cerah, aku memulai perjalanan menuju sabana terindah di Gunung Lawu. Langit biru yang cerah dan udara segar memenuhi setiap langkahku. Bersama dengan beberapa teman, kami menyiapkan perlengkapan dan membawa bekal untuk petualangan yang akan kami hadapi.

Perjalanan dimulai dari kaki Gunung Lawu, melewati hutan-hutan yang rimbun dan sungai-sungai kecil yang mengalir dengan jernih. Langkah kami diiringi oleh nyanyian burung dan aroma segar dari pepohonan yang lebat. Setelah beberapa jam berjalan, kami tiba di pos pertama, di mana kami beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan sekitar.

Perjalanan terus berlanjut, semakin mendekati sabana yang menjadi tujuan utama kami. Kami melewati jalan setapak yang menanjak, melintasi bebatuan dan rimbunnya semak belukar. Namun, setiap langkah yang kami ambil terasa begitu berharga saat kami menyaksikan keindahan alam yang mengelilingi kami.

Ketika matahari semakin tinggi di langit, kami akhirnya tiba di sabana yang kami dambakan. Luasnya padang rumput yang hijau terbentang di depan kami, dihiasi dengan bunga-bunga liar yang berwarna-warni. Angin sepoi-sepoi gunung menerpa wajah kami, memberikan kesegaran dan kedamaian yang luar biasa.

Kami melepas beban dari punggung kami dan duduk bersama di atas rerumputan. Di sana, kami memandang keindahan panorama sekitar, dengan puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi di kejauhan. Suara desiran angin dan nyanyian burung menjadi latar yang sempurna untuk momen kebersamaan kami.

Waktu terasa berjalan begitu cepat di tengah keindahan itu. Namun, keindahan alam yang kami saksikan dan kenangan yang kami buat akan selalu membekas dalam ingatan kami. Dengan hati yang penuh rasa syukur, kami meninggalkan sabana Gunung Lawu, membawa pulang kenangan tak terlupakan dari petualangan yang telah kami alami.

PENDAKIAN DI GUNUNG AGUNG BALI BERSAMA BANYAK PENDAKI

 PENDAKIAN DI GUNUNG AGUNG BALI BERSAMA BANYAK PENDAKI

Suasana mulai terasa hidup di pagi yang cerah saat kami berkumpul di basecamp untuk memulai pendakian ke Gunung Agung, puncak tertinggi di Bali. Terpancar semangat dari wajah-wajah yang antusias, siap untuk menaklukkan tantangan yang menanti di puncak.

Dengan langkah yang mantap, kami mulai menapaki jalur pendakian yang terjal. Di sepanjang perjalanan, kami saling memberi semangat dan bercerita tentang pengalaman pendakian kami sebelumnya. Terik matahari yang menyinari perjalanan kami tidak menyurutkan semangat, malah menambah kehangatan persaudaraan di antara kami.

Setelah beberapa jam perjalanan, kami tiba di pos istirahat pertama. Di sini, kami menyegarkan diri dengan air dan makanan ringan yang kami bawa. Beberapa pendaki dari kelompok lain juga singgah di pos ini, dan kami saling bertukar cerita tentang perjalanan kami. Atmosfer kebersamaan semakin terasa, mengingatkan kami bahwa pendakian ini bukan hanya tentang mencapai puncak, tapi juga tentang pengalaman bersama.

Perjalanan dilanjutkan dengan pemandangan yang semakin memukau. Pepohonan yang rimbun dan udara yang segar menjadi teman setia dalam setiap langkah. Meskipun perjalanan ini menantang, kecantikan alam sekitar membuatnya semua terasa layak.

Saat matahari mulai tenggelam, kami tiba di pos terakhir sebelum puncak. Di sinilah kami memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan malam menuju puncak. Dalam kegelapan malam yang menyelimuti, lampu senter menjadi panduan setia kami dalam meniti jalur yang semakin terjal.

Akhirnya, dengan langkah yang penuh tekad, kami mencapai puncak Gunung Agung. Di sini, tidak hanya pemandangan yang menakjubkan yang menanti kami, tapi juga rasa kebahagiaan dan kebanggaan atas pencapaian ini bersama-sama. Bersama dengan para pendaki lainnya, kami merayakan keberhasilan kami di puncak Gunung Agung, Bali.

Turun dari puncak, meskipun fisik kami lelah, tetapi hati kami penuh dengan kebahagiaan dan kenangan yang akan kami simpan selamanya. Pendakian di Gunung Agung bersama banyak pendaki telah menjadi pengalaman yang tak terlupakan, mengikatkan kami dalam persaudaraan pendaki yang kuat dan kenangan yang tak terlupakan.

MENAPAKI GAGAH NYA GUNUNG KERINCI

Di sebuah desa kecil di SumateraBarat, hiduplah seorang pemuda bernama Adit yang bercita-cita tinggi untuk menaklukkan Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Dari kecil, Adit sering mendengar kisah-kisah tentang keagungan dan keindahan Gunung Kerinci dari orang tuanya, yang membuatnya semakin ingin menaklukkan gunung itu.

Adit mempersiapkan segala perlengkapan pendakian dengan penuh antusiasme. Dia mengumpulkan informasi tentang rute pendakian, cuaca, dan persiapan lainnya. Dia juga mengajak sahabat karibnya, Dian, untuk bergabung dalam petualangan ini.

Pagi-pagi buta, Adit dan Dian memulai perjalanan mereka menuju Gunung Kerinci. Mereka berjalan melalui hutan yang rimbun dan sungai-sungai yang mengalir deras. Setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka lebih dekat pada tujuan mereka.

Selama perjalanan, mereka bertemu dengan berbagai rintangan dan tantangan. Mereka harus menghadapi jalur yang terjal, cuaca yang tidak menentu, dan kelelahan yang menghantui. Namun, semangat mereka tidak pernah surut. Mereka terus maju, didorong oleh tekad yang kuat untuk mencapai puncak Gunung Kerinci.

Setelah beberapa hari mendaki, Adit dan Dian tiba di kaki Gunung Kerinci. Mereka menemukan pos pendakian terakhir dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Malam itu, mereka berkemah di bawah bintang-bintang, menikmati kehangatan api unggun dan mengobrol tentang petualangan mereka.

Keesokan harinya, mereka memulai pendakian terakhir mereka menuju puncak Gunung Kerinci. Jalur pendakian semakin curam dan berbatu, namun mereka tidak gentar. Mereka saling memberi semangat dan dukungan satu sama lain saat melewati rintangan-rintangan yang semakin berat.

Akhirnya, setelah perjuangan yang panjang dan melelahkan, Adit dan Dian mencapai puncak Gunung Kerinci. Mereka disambut oleh pemandangan yang menakjubkan dari ketinggian tempat itu. Mereka melihat keindahan alam yang memukau, dengan awan-awan putih yang mengelilingi puncak gunung.

Mereka merasa bangga dan bahagia telah berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci. Mereka berdua berdiri tegak di puncak gunung, merasakan angin yang sejuk dan melihat panorama yang luas di sekitar mereka. Mereka tahu bahwa momen ini akan terpatri dalam ingatan mereka selamanya, menjadi bukti dari keberanian dan ketekunan mereka dalam menaklukkan Gunung Kerinci yang gagah itu.